Mengungkap Profil Desa Pagar Batu

by - Juli 31, 2017



Desa Pagarbatu Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep secara geografis terletak di daerah daratan, disebelah tenggara pulau Madura yang dibatasi oleh sebelah timur desa Tanjung kecamatan Saronggi, sebelah selatan selat Madura, sebelah barat desa Lobuk kecamatan Bluto, sebelah utara desa Langsar kecamatan saronggi. terdiri dari empat dusun yaitu dusun Nangger kepala dusunnya; Arjuno, dusun Pagarbatu kepala dusunnya; Muhlis, dusun Bungandun kepala dusunnya; Rasuki, dan dusun Korbi kepala dusunnya; Dasuki, dengan luas wilayah desa 4 720 000 M2. Terdiri 25 Rukun Tangga (RT) dan 4 Rukum Warga (RW), di dusun Nangger 7 RT, dusun Pagarbatu 7 RT, dusun Bungandun 6 RT dan dusun Korbi 5 RT. Jumlah penduduk sebessar 5300 jiwa yang terdiri 2312 laki-laki dan 2718 perempuan dan jumlah Kepala Keluarga 1471 KK, jumlah KK perdusun, dusun Nangger 309 KK, dusun Pagarbatu 415 KK dusun Bungandun 434 KK dan dusun Korbi 316 KK. Dan secara ekonomi mayoritas hidup dabawah garis kemiskinan yaitu 957 KK miskin, dengan mata pencaharian sebagai petani tegalan tanah penghujan, dan pekerjaan sambilan berbudidaya rumput laut.

Desa pagarbatu sebelumnya mengalami pertumbuhan penduduk yang sangat banyak, akan tetapi sejumlah penduduk lebih banyak yang merantau karena di desa pagarbatu tersebut memiliki suatu budaya, dimana salah satu budaya tersebut mewajibkan seorang laki-laki harus mempunyai penghasilan sendiri tanpa harus membebani kedua orang tuanya, maka dari itu lebih banyak laki-laki yang merantau ke kota lain seperti jakarta, kalimantan, surabaya dan kota besar lainya. Apabila salah satu pemuda tidak memiliki penghasilan sendiri maka kebanyakan dari mereka akan mengalami tekanan sosial dari lingkunngan masing-masing, sebab laki-laki tersebut akan di cemooh oleh teman-temannya yang sudah memiliki pendapatan sendiri.

Masyarakat desa pagarbatu juga memiliki kekentalan terhadap spiritualnya, karena di desa ini memiliki banyak surau-surau atau biasanya dikenal dengan sebutan musolla, dan setiap surau tersebut memiliki murid masing-masing, untuk belajar mengenai agama dan mengaji bersama. Sistem belajar yang digunakan disurau tersebut sama seperti sistem belajar Dhiniyah, dimana waktu mulai pelajaran habis asyar dan dilanjutkan pada malam nya yaitu habis magrib sampai isya’. Pelajaran yang disampaikan pada habis asyar adalah materi seperti sorrof, nahwu, bahasa arab dan pelajaran agama lainnya, sedangkan dimalam hari siswa siswi mengaji al-qur’an di surau masing-masing. Setiap surau tersebut memiliki pengasuh yang berbeda-beda dimana setiap surau pengelolanya dikelola oleh pengasuh surau tersebut.


Kelebihan yang dimiliki desa pagarbatu yaitu banayak ditumbuhi oleh tanaman cabe jamu yang merupakan ikon dari kabupaten sumenep. selain meiliki tanama yang khas, Desa Pagarbatu juga merupakan pengahasil rumput laut dimana mayoritas penduduknya pembudidaya rumput laut. maka dari itu masyarakat bisa memperoleh pendapatan dari hasil penjualan rumput laut dan cabe jamu. Selain memiliki sumberdaya alam yang melimpah desa pagarbatu juga memiliki sumber daya manusia yang cukup banyak. Sistem kekeluargaan yang diterapkan di desa pagarbatu sangat memicu masyarakat untuk bekerjasama dalam setiap program kegiatan desa seperti gotong royong, muslimatan, dan sebagainya.

You May Also Like

0 komentar