Si Pedas Itu Bernama Cabe Jamu

by - Agustus 08, 2017


Kecamatan saronggi adaalah salah satu desa di kabupaten sumenep, terletak di bagian tenggara kota sumenep. Salah satu desa di kecamatan saronggi adalah desa pagarbatu. Kondisi geografis tanah yang kering dan jauh dari pusat kota memaksa para warga desa mencari alternatif lain dalam mengolah hasil bumi dan hasil lautnya. Daerah Pesisir pantai adalah penghasil rumput laut sedangkan hasil bumi adalah hasil tanaman palawija seperti jagung dan kacang dan tanaman cabe jamu. Yang paling banyak dibudidayakan adalah tanaman cabe jamu. Tanaman cabe jamu ini merupakan bahan baku jamu maupun obat tradisional yang tentu saja memiliki segudang manfaat bagi kesehatan. Saking populernya tanaman ini di desa pagarbatu hingga hampir semua lahan sekitar, dan halaman depan rumah warga pinggir-pinggir jalan ditanami tanaman cabe jamu.

Dibandingkan dengan hasil cabe jamu desa lain menurut salah satu warga yang membududayakan dan mengolah tanaman cabe jamu menerangkan bahwa hasil bibit yang ditanam di desa pagarbatu ini yaitu hasilnya lebih bagus dan hasil produksi buah yang lumayan banyak. dan juga beliau menjelaskan bahwa kalau bibit yang ditanam di desa pagarbatu ini umurnya relatif singkat. tanaman cabe jamu tersebut sudah siap produksi pada usia sekitar 1 tahun, bila dibandingkan dengan pertumbuhan normal sekitar 1,5 tahun tanaman sudah siap produksi. Sebagian besar sistem pengairannya menggunakan air hujan dan ketika saat muim kemarau tiba para petani biasanya menyiapkan semacam bak atau kolam penampung air disekitar kebun untuk mengairi tanaman bahan obat-obatan ini. Karena kondidsi lahan yang kering, maka kelembaban tanah harus tetap terjaga agar tanaman tetap sehat. Sumber air untuk pengairan ini berasal dari sumur maupun air dari mata air sekitar desa yang dialirkan melalui pipa-pipa air.

Ketika musim panen cabe jamu tiba, Masyarakat biasa menjual hasil buah cabe jamu ini kepada para tengkulak atau kepada pengepul. Untuk harga cabe jamu yang masih basah harganya lebih murah dibandingkan cabe jamu yang sudah dijemur sampai kering. Harga satu kilogram cabe jamu kering kalau ssat harga naik berkisar antara 90 ribu rupiah dan saat harga anjlok sekitar 40 ribu rupiah. dan Melihat rentang harga yang sangat jauh tersebut akibat ulah para pengepul yang memainkan dan memainkan harga cabe jamu maka pak Agus yaitu salah satu warga yang mulai muncul dan mempelopori pembuatan olahan dari bahan cabe jamu menjadi permen dan bermacam-macam keripik berbahan dasar cabe jamu. Salah satu hasil olahannya yang berupa permen bahkan sudah mengantongi ijin pangan industri rumah tangga atau P-IRT sehingga sudah dapat dijual bebas di toko-toko dan supermarket. Saat artikel ini ditulis, Produk permen tersebut juga masih dalam proses pengurusan administrasi hak paten karena merupakan permen cabe jamu ini merupakan produk yang dirasa masih baru.

Harga hasil olahan jadinya memang cukup mahal. Dalam satu buah toples berisi 25 bungkus permen cabe jamu dijual dengan harga sekitar 15 ribu rupiah. dengan adanya produk olahan jadi dari tanaman cabe jamu ini jadi diharapkan masyarakat tidak bergantung dengan harga yang dibuat oleh tengkulak dan kemandirian masyarakat terhadap ekonomi kerakyatan akan semakin meningkat bahkan masyarakat pagarbatu sendiri yang menentukan harga bagi produk-produk hasil olahannya .

You May Also Like

0 komentar